Rabu, 29 Mei 2013

Jago Photoshop

Di kamups gue akhir-akhir ini lagi marak belajar photoshop... ya mungkin karena tuntutan mata kuliah juga sih yang menjadi faktor utama dalam hal ini... dan yang menarik dari semua pembelajaran itu adalah penggunaan efek blur yang mampu membuat yang jelas jadi kabur dan yang kabur menjadi jelas, lo yang ganteng jadi jelek, dan yang jelek jadi jelek... jelek ya tetap aja jelek... jangan ngarep dech... :p

Tapi gue nggak akan bahas tentang gimana belajar photoshop atau belajar menggunakan efek blur, hanya saja ada yang menarik bagi gue yang lo dikaitin ama photoshop, yaitu para praktisi negara ini yang seakan-akan sangat pandai dalam menggunakan photoshop apalagi gunain efek blur tuh.. mengaburkan hal-hal yang jelas...

Wah, bukan rahasia lagi nih lo negara kita termasuk negara yang terkorup di Dunia, sungguh prestasi yang luar biasa, luar biasa membuat kita-kita nih menderita.... tapi saking pintarnya mereka mengaburkan diri dan membawa kabur uang negara  hanya sedikit dari mereka yang tertangkap, itu pun setelah perjuangan bertahun-tahun dari KPK...

Gue gak peduli sih mereka mau korup berapa juta, toch itu bukan uang gue juga, gue juga blum pernah bayar pajak, tapi dampaknya itu lo... langsung nembus ke jantung gue... inflasi jadi nggak tertahankan, harga angkot naik, harga bensin naik, dan parahnya harga makanan favorit mahasiswa yang kost se - Indonesia "Indomie" juga naik... loe sadar nggak...? koruptor itu bisa ngancurin masa depan dan kehidupan loe, bayangin nih, lo uang negara terus-terusan di kuras ama orang-orang yang gak bertanggung jawab hutang Indonesia bakalan semakin banyak bro.. inflasi bakalan trus meningkat dan harga Indomie juga bakalan semakin naik, loe juga jadi harus ngirit paling tidak makan dua kali sehari, lo lu berangkat kampus dalam keadaan lapar gak akan ada ilmu yang bisa masuk bro, lo gak ada ilmu gimana mau lulus kuliah, lo gak lulus kuliah bisa-bisa loe stress dan nekat trus bunuh diri... tuh, orang korupsi bisa bikin loe bunuh diri (bahaya gak tuh)....

Tapi gue heran ya... bisa-bisanya mereka ampe gak ketahuan gitu ya... mungkin mereka sering ikut seminar tentang cara korupsi yang baik dan benar.. (sejak kapan korupsi itu baik dan benar?) atau mungkin waktu mereka kuliah dulu termasuk orang-orang yang ahli dalam photoshop? entahlah cuma mereka dan TUHAN yang tahu.. (gue mah bisa nya sok tahu, :P)...

Tapi ada juga yang patut loe contoh dari koruptor, yaitu sikap gigih dan pantang menyerah dari mereka untuk mempertahankan apa yang mereka miliki (meskipun kenyataanyaa itu bukan milik mereka)... dan siapa tahu aja mereka bersedia buat jadi pembawa materi dalam pelatihan-pelatihan photoshop gitu....

tapi buat KPK nih trus berjuang aja memberantas para koruptor, jangan mau dikalah dalam photoshopnya....
dan buat pemerintah silahkan dech inflasi sesukanya, tapi tolong jangan Indomie juga donk, kan gak lucu lo gue harus bunuh diri cuma karena harga indomie semakin tinggi...

So.. lo loe gak ganggu ketenangan mahasiswa, mahasiswa juga gak bakalan ganggu ketenangan loe... atur damai aja....

salam pemberantasan koruptor..

Rabu, 01 Mei 2013

KEWIRAUSAHAAN



A.      Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1.       Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
2.       Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.
Pengertian kewirausahaan menurut para Ahli
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
·         Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
·         Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
·         Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
·         Harvey Leibenstein (1968, 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
·         Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.
Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnya adalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.
Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
Melalui pengertian tersebut terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :
1.       Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.
2.       Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3.       Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.
4.       Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.
Dari beberapa konsep yang ada pada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) yaitu :
1.       Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.       Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3.       Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4.       Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.       Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6.       Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

B.      Karakteristik Sikap dan Perilaku Wirausahawan

1.       Percaya Diri, Wataknya : Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
2.       Berorientasikan tugas dan hasil. Wataknya : Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif.
3.       Pengambil Resiko. Wataknya : Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
4.       Kepemimpinan. Wataknya : Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
5.       Keorisinilan. Wataknya : Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6.       Berorientasi ke masa depan. Wataknya : Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
7.       Jujur dan tekun. Wataknya : Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja
Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
1.        Disiplin Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
2.       Komitmen Tinggi, Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
3.       Jujur, Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.
4.       Kreatif dan Inovatif, Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun, gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
5.       Mandiri, Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
6.       Realistis Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.





DAFTAR PUSTAKA

http://ipan.web.id/ Pengertian-dan-Teori Kewirausahaan .html
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/ Pengertian-Kewirausahaan.htm
http://roemahcerdaz.wordpress.com/ karakteristik-sikap-dan-perilaku.html
http://sobatbaru.blogspot.com/ciri-ciri-wirausahawan.html
http://wirausahaumy.blogspot.com

Contoh Naskah Micro Teaching


Naskah Pembelajaran Micro Teaching
Mata Pelajaran : IPS Kelas 4 SD
Sub Pokok : Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya Indonesia

Rabu, Pukul 7.30 di SDN 104 Jalajja suasana di hari itu tidak begitu cerah, awan hitam yang menutup langit menandakan sebentar lagi akan turun hujan, dari ruang kelas 4 SD terdengar langkah kaki dari luar kelas, langkah dari seorang wanita berkecamata berpakaian batik berwarna putih dan menggenggam sebuah buku, seketika ruangan yang tadinya ribut menjadi tenang. Ternyata wanita tersebut adalah seorang guru IPS yang akan mengajar siswa di kelas 4. 


Guru
Selamat Pagi Anak-Anak!

Membuka Pelajaran














Mengelola Kelas
Murid
Selamat Pagi Bu!

Guru
Baiklah Anak-anak sebelum kita memulai pelajaran pada hari ini coba Kamu  Kasdar pimpin doa teman-temannya,

Kasdar
Baiklah teman-teman sebelum kita memulai pelajaran pada pagi hari ini, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa di Mulai!

Murid
(Semua Menundukkan Kepala Berdoa)
Kasdar

Selesai

Guru
Baiklah anak-anak coba rapikan dulu tempat  duduknya, duduk yang rapi, tangan di atas meja semuanya.

Murid
iya bu!

Guru
Sekarang ibu mau mengecek kehadiran kalian terlebih dahulu! Kasdar?

Kasdar
Hadir Bu!

Guru
Risal ?

Risal
Hadir bu !


(Guru mengecek kehadiran siswa satu persatu)

Guru
Baiklah, tampaknya hadir semua ya anak-anak.

Guru          :
Oke anak-anak Coba perhatikan gambar yang  ibu pegang!, gambar apakah ini ?

Apersepsi
Ilham
Saya, Bu’


Guru
Ya! Coba kamu Ilham

Ilham
itu gambar burung garuda pancasila bu!

Guru
Ya benar sekali, ini adalah gambar burung garuda pancasila.  Tepuk tangan Untuk Ilham.

Memberi Penguatan

Guru
Nah, anak-anak hari ini kita akan belajar mengenai keragaman suku bangsa dan budaya di indonesia.

Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
Murid
Iya Bu

Guru
ibu harapkan, setelah kalian melakukan pembelajaran hari ini, kalian bisa memahami berbagai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia terutama di daerah kita sendiri.




Guru
Anak-anak, Perhatikan gambar garuda pancasila yang ibu pegang ini. Ada yang tahu garuda pancasila merupakan lambang Negara apa?

Bertanya Dasar
Irma
Saya, Bu!

Guru
Ya, Irma!

Irma
Menjadi lambang Negara Kita, Indonesia bu!

Guru
ya, benar sekali, berikan tepuk tangan untuk Irma.

Memberikan penguatan

Guru
sekarang perhatikan lagi, Pada lambang Negara kita ini  bertuliskan Bhinneka Tungga Ika. Ada yang tahu apa artinya ini ?

Bertanya Dasar
Busmar
Saya Bu!

Guru
Ya, Coba kamu Busmar!

Busmar
Artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua Bu.

Guru
Benar Busmar, tepuk tangan anak-anak!
Memberi Penguatan


Guru
Tadi sudah di katakan bahwa meskipun kita berbeda-beda namun tetap satu jua, coba ada  yang tahu apa maksudnya kalimat tersebut?

Bertanya Lanjut
Ardi
Saya Bu!

Guru
Ya, Ardi!

Ardi
Maksudnya bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat dan bahasa daerah
yang berbeda-beda, serta bermacam-macam agama. Akan tetapi, meskipun demikian kita semua adalah satu bangsa, bangsa Indonesia bu.

Guru
Tepat sekali Ardi (sambil menepuk pundak Ardi)

Memberikan Penguatan

Guru
Nah sekarang siapa yang bisa memberikan contoh  ciri-ciri dari perbedaan suku dan budaya tersebut?

Bertanya Lanjut
Musmuliadi
Saya bu!

Guru
Ya, Kamu Musmuliadi!

Musmuliadi
Contohnya bu, Suku bugis berbeda dengan Suku Jawa, perbedaannya itu seperti dari bahasa dan pakean adatnya bu.

Guru
Benar sekali,  Musmuliadi. (mengacungkan Jempol)


ada yang bisa memberikan contoh lain?

Memberikan Penguatan

Bertanya lanjut

Rahmat
Saya Bu!

Guru
Ya Rahmat, Coba Kamu!

Rahmat
Mmmm, Agama Islam berbeda dengan agama Hindu bu’ ini bisa kita lihat dari tempat mereka beribadah bu

Guru
Ya, betul Rahmat tepuk tangan anak-anak!

Memberikan Penguatan

Guru
jadi Setiap suku bangsa mempunyai kebiasaan hidup yang menjadi ciri khas suku bangsa itu. Begitu kuatnya kebiasaan hidup itu, masih terbawa ketika suku bangsa itu berada di tempat lain yang mempunyai kebiasaan hidup berbeda. Dalam banyak hal, kebiasaan hidup suatu suku terdapat perbedaan-perbedaan dibanding dengan suku lain. Perbedaan itulah yang menjadi ciri khas suku tersebut. Salah satu ciri yang mudah kita kenali adalah bahasanya. Mereka yang sesuku, biasanya menggunakan bahasa daerahnya dalam bergaul. Kalaupun mereka menggunakan bahasa umum (bahasa Indonesia) dalam pergaulan sehari-hari, akan tampak kesukuan seseorang. Misalnya, dari logatnya, ucapakan kata-katanya, tekanan bahasa, dan sebagainya. Ciri lain yang mudah dikenali adalah dari Pakaianya. Terutama, pakaian pakaian yang bersifat tradisional (pakaian daerah). Ciri yang lain berupa rumah adat, tarian daerah, senjata tradisional, dan lagu-lagu daerah.

Sampai dsini ada pertanyaan?

Menjelaskan
Mufid
Saya Bu!


Guru
Ya, Mufid Kenapa Nak?

Mufid
Ada tidak bu. Perbedaan Suku Bangsa antara Masyarakat di Pedesaan dengan Masyarakat di Perkotaan?

Guru
Pertanyaan yang bagus Mufid, Penduduk suatu desa biasanya terdiri atas satu golongan atau suku. Mereka telah mendiami tempat itu turun-temurun sejak jangka waktu yang lama. Adat-istiadat dan budayanya seolah-olah tidak berubah, dari tahun ke tahun demikian adanya. Pendatang baru, dari desa lain atau suku lain boleh dikatakan sangat sedikit. Hal itu terjadi kadang-kadang hanya karena peristiwa perkawinan. Sementara yang bersifat perpindahan jarang terjadi. Lain halnya dengan penduduk kota. Penduduk dari berbagai suku, datang ke kota. Tujuannya yang utama adalah mencari lapangan kerja. Setelah mendapat pekerjaan, mereka lalu menetap di kota. Penduduk kota sifatnya heterogen , artinya terdiri atas berbagai suku yang berbeda sifat dan adat istiadatnya. Sebaliknya, penduduk desa sifatnya homogen , artinya kelompok masyarakat yang terdiri atas jenis, sifat, watak, dan adat istiadat yang sama.  Bagaiman Mufid sudah mengerti?

Memberi Penguatan

Menjelaskan
















Mufid
Oh, Iya Bu! (mengangguk)

Guru
Bagaimana dengan yang lain masih ada pertanyaan?

Murid
Tidak ada bu!

Guru
Baiklah,  tadi kita suda menjelaskan tentang perbedaan-perbedaan suku bangsa dan budaya Indonesia secara umum,  selanjutnya Ibu akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok terdiri dari 4 orang.

(Guru membagi kelompok)
Ita, Ilham, Kasdar dan Irma Kalian Kelompok 1
Risal, Ardi, Eni dan Rahma Kalian Kelompok 2
Musmuliadi, Rahmat, Mufid dan Riskal  kalian Kelompok 3
Yenni, Linda, Busmar dan Elhu kalian Kelompok 4
Jadi ada 4 kelompok di kelas ini
(Murid-murid mencari anggota kelompoknya)

Membimbing diskusi kelompok










































Guru
Sekarang kalian membentuk kelompok sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ibu bagi tadi.

(Murid – murid duduk dengan kelompokya masing-masing)

Sekarang perhatikanlah teman sekelompok kalian, tanyakan pada mereka apa nama suku bangsanya dan dari daerah mana mereka berasal serta diskusikan apa saja yang menjadi ciri khas dari suatu suku bangsa baik itu dari teman kelempok maupun dari pengelaman yang kalian pernah temui. Kemudian catatlah hasil diskusi kalian kemudian kumpulkan di meja ibu nanti, Mengerti anak-anak?

Murid
Mengerti Bu!

Guru
Baiklah sekarang kerjakan tugas kalian bersama teman sekelompokmu!

(Guru Memperhatikan secara seksama Diskusi yang di lakukan oleh Siswa)


Setelah 20 menit bekerja sama antar kelompok

Guru
Baiklah anak-anak, sudah selesai semua tugasnya?

Murid
Sudah Bu!

Guru
Nah, kalau begitu kumpulkan di atas meja  hasil diskusi dari semua kelompok. Ibu akan memeriksanya terlebih dahulu.

Murid
Baik Bu!

Guru
(Setelah Memeriksa Pekerjaan Murid-Muridnya)

Sekarang ibu akan bagikan catatan hasil diskusi kalian ini, kepada kelompok yang berbeda. Kemudian kelompok yang mendapatkan catatan hasil diskusi dari kelompok lain tersebutlah yang akan membacakan hasil diskusinya di depan kelas. Nah, kelompok 1, bacakan hasil diskusi kelompok 4, kelompok 4 membacakan hasil diskusi kelompok 2, kelompok 2 membacakan hasil diskusi kelompok 3, dan kelompok 3 membacakan hasil diskusi kelompok 1. Bisa di mengerti anak-anak?

Mengadakan Variasi
Murid
Bisa Bu!

Guru
baik sekarang kita mulai dari kelompok 1.

(satu persatu kelompok membacakan hasil diskusi dari kelompok lain)

Guru
(Setelah Kelompok Membacakan Hasil Diskusi)

baiklah anak-anak jadi seperti yang kalian bacakan tadi, Negara kita terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Sumatera terdapat suku bangsa Aceh, Gayo, Batak, Minangkabau, Mentawai, dan sebagainya. Di Jawa ada suku bangsa Sunda, Jawa, dan
Madura. Di Bali ada suku bangsa Bali. Di Nusa Tenggara ada suku bangsa Sasak, Bima, Flores, Solor, Alor, Roti, dan sebagainya. Di Kalimantan terdapat suku bangsa Dayak, Banjar, Ngaju, Punan, Kayan, Kenyah, dan sebagainya. Di Sulawesi ada suku bangsa Mandar, Toraja, Bugis, Makassar,
Minahasa, Sangir, Talaud, dan sebagainya. Dan masih banyak lagi di daerah-daerah lain.  Di kelas kita saja tadi ada yang sukunya suku Jawa, Bugis, Lombok, pamona dan Bali. Setiap suku meiliki ciri khas mereka masing-masing, seperti yang sudah jelaskan oleh ibu di awal pembelajaran tadi. Namun meskipun di Negara kita ini begitu banyak perbedaan namun kita tetap satu, satu tanah air, satu bangsa, bangsa apa anak-anak?

Menjeleskan
Murid
Indonesia Bu!


Guru
Bagus sekali anak-anak, jadi apapun suku bangsa, budaya dan agama kita, kita semua tetaplah bersaudara, kita harus bisa saling hormat menghormati dan harga-menghargai serta saling tolong menolong  antar sesama suku bangsa.   Mengerti anak-anak?

Memberi penguatan
Murid
Mengerti Bu!


Guru
Sekarang coba siapa yang bisa menyimpulkan pembelajaran kita hari ini?

Penyimpulan
Linda
Saya Bu!

Guru
Ya Silahkan Linda

Linda
Kita hari ini telah belajar mengenai berbagai perbedaan suku bangsa dan budaya Indonesia, ada begitu banyak suku bangsa dan budaya di Indonesia, setiap suku bangsa tersebt memiliki ciri khas yang membedakannya dengan suku bangsa yang lain, seperti bugis, jawa, dayak, bali, talaud, dan sebagainya. Namun meskipun demikian, kita tetap lah satu kesatuan, Satu tanah air, Indonesia. Oleh karena itu meskipun kami berbeda suku dan budaya kami tetaplah saudara, harus saling menghormati dan menghargai, serta saling menolong jika saudara kami mendapat kesulitan.

Guru
Baik sekali, benar apa yang telah dikatakan Linda. Ibu harap kalian bisa selalu saling menghargai dan menghormati meskipun kalian berbeda suku bangsa dan budaya. Namun ingat kita semua tetapalah bersaudara, saudara setanah air, bangsa Indonesia!
Memberikan Penguatan
Murid
Iya Bu!

Guru
Baiklah anak-anak, Ibu akan memberikan PR pada kalian masih mengenai keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, kalian kerjakan PR di buku paket halaman 17 nanti pada pertemuan minggu depan PR nya dikumpulkan, paham semuanya?

Menutup Pelajaran















Murid
Paham Bu!

Guru
Ibu ingatkan agar kalian belajar yang rajin di rumah ya!

Murid
Iya Bu!

Guru
Baiklah, sekian dulu pelajaran kita hari ini, sebelum kita mengakhiri pelajaran ada baiknya kita berdoa akhir belajar, coba Kasdar pimpin doanya.

Kasdar
Baiklah teman-teman sebelum kita mengakhiri pelajaran pada hari ini marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai... selesai

Guru
Iya sekian dulu pelajaran kita pada hari ini, ibu akhiri wassalamuaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Murid
Waalaikumsalamwarohmatullahiwabarokatuh



Guru Pun Meninggalkan Kelas