Waktu terus berputar membawa perubahan, dulu sekarang dan dimasa yang akan datang takkan pernah ada yang sama, begitupun dengan perasaan ku dan perasaan mu, dulu aku sangat menyangimu, mengharapkan bersamamu, mimpiku tuk bersamamu, namun kau hancurkan perasaan itu, kau tuliskan luka yang takkan mungkin bisa terhapuskan bahkan oleh waktu sekalipun. ku tinggalkan mimpi itu bersama harapan yang kau hancurkan, salahkah aku jika ingin memilikimu, salahkah aku jika ingin slalu bersamamu, salahkah aku jika mengharapmu, kau tak pernah tahu tentang perasaanku, kau hanya tahu tentang bagaimana melukaiku, kau hanya tahu tentang bagaimana menghancurkan mimpiku. sehingga kamu membuatku menjauhimu, membuatku membunuh hatiku untuk dirimu, membuatku slalu memalingkan wajah saat berhadapan dengan mu, membuatku menutup telinga saat mendengar namamu, membuatku melampiaskan rasa frustasiku kepada wanita-wanita lain dengan mengobral kata sayang yang seharusnya hanya untuk mu, melampiaskan luka yang kamu beri pada batang-batang rokok yang aku hisap, berharap melupakanmu meski didalam hatiku aku tahu perasaan ini takkan pernah hilang bahkan akan selalu melebihi besarnya luka yang pernah kamu berikan.
Tapi itu dulu, setelah semua perjuangan yang ku lakukan untuk melupakan mu, untuk merelakan mu, kamu datang kembali pada ku, mengatakan sayang, memberikan perhatian, memberikan pengertian yang tak pernah ku dapatkan dari wanita lain, perasaan yang membuatku harus mengingkari janji ku, perasaan yang membawa kembali perasaan yang ingin aku benamkan kedasar hatiku yang telah mati, perasaan yang takkan pernah bisa aku abaikan. entah apa kamu tahu atau tidak betapa bahagia rasanya perasaan ini, betapa berharganya dirimu, meski aku tak mengungkapkannya pada mu, meski aku tak menunjukkanya padamu, aku sungguh terjerat kembali oleh perasaanku padamu.
Setiap detik waktu yang ku jalani dengan mu sedikit demi sedikit membuatku menghidupkan kembali hatiku yang serasa mati, meski tak dapat ku pungkiri ketika aku ingin memilihmu dan memutuskan hubungan ku denngan wanita-wanitia pelampiasanku rasa luka yang pernah kamu berikan selalu menghantui, aku butuh waktu untuk sembuh, aku butuh waktu untuk meyakinkan perasaanku, aku butuh waktu untuk menghidupkan hatiku lagi, waktu yang takkan sebentar untuk semua itu. dan akhirnya waktu itu jugalah yang mengubah perasaanmu, waaktu yang tak bisa membuatmu menunggu, waktu yang lagi lagi membuatku tak pernah sempat mengatakan yang kurasakan kepadamu, dan waktu yang lagi lagi membawaku tenggelam dalam luka yang pernah kau berikan, luka yang membunuh harapan ku bersama mu, harapan yang tertinggal bersama mimpi dan terbenam kembali bersama hati yang terbunuh oleh waktu.
Semoga kamu berbahagia dengannya yang sekarang, aku takkan pernah memberimu harapan ataupun berharap padamu lagi, cukup kali ini aku merasakn luka darimu, cukup kali ini aku harus merelakanmu, kisah kita seharusnya dari awal tak pernah tertulis, dan mungkin memang beginilah seharusnya akhir dari cerita kita. berbahagialah bersamanya, dan aku akan mencoba dengannya dan tidak menyia-nyiakan waktu ku lagi bersamanya, meski aku akan tetap menyayangimu tak perduli seberapa besar luka yang telah kamu beri..
Selamat Tinggal Kasih, Cerita Tangis dan Canda kita kan selalu tersimpan dalam hati yang terluka ini....
Selamat Tinggal Kasih...
Selamat Tinggal Jangkengku.....!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar